Tema Khutbah Jumat Masjid Al Muhajirin

Oleh K. M. Nurhan, M. Pd.

MEMAKMURKAN MASJID

         الحمدلله الذى نحمده ونستعينه ونستغفره , ونعوذ بالله من شرور أنفسناومن سيئات أعمالنا , من يهدالله فلا مظل له ومن يظلل فلا هادي له, وأشهد أن لا إله إلاالله , وحده لاشريك له , وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الذي لا نبي بعده, اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه ومن تبعهم باحسان إلى يوم القيامه , أما بعده :

        إخوان الكرام ,أيها المعتكفون رحمكم الله , إتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وانتم مسلمون , واعلموا أن الله تعالى قد قال فى كتابه الكريم , أعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

أيها الحاضرون المعتكفون رحمكم الله ,

Pertama-tama marilah kita senantiasa memanjatkan rasa syukur kita kehadirat Allah swt , yang telah melimpahkan nikmat-Nya kepada kita, terutama nikmat iman, islam dan kesehatan kepada kita semua, Sehingga siang ini kita dapat berkumpul untuk melaksanakan shalat Jum’at secara berjamaah tanpa ada halangan suatu apa. Kedua kalinya shalawat dan salam mari senantiasa kita haturkan ke junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw pembawa syafa’atul Udzma , semoga kita termasuk umatnya yang dapat meneladani sifat-sifatnya dan menjalani ajaran-ajarannya yang akhirnya kita mendapatkan syafatnya besuk di hari kiamat ,amin ya rabbal alamin.

Maka dengan berbagai anugerah yang kita terima saat ini , Marilah kita bersama-sama  memanfaatkannya secara maksimal dengan cara meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt, dengan cara menjalani perintah-perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-larangan-Nya. Hingga tercapai derajat muttaqin yang sesungguhnya . dan menjadi hamba Allah yang paling mulia disisi-Nya :Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13 :

Artinya : Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling  taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (al-Hujurat : 13)

أيها الحاضرون المعتكفون رحمكم الله  

Masjid merupakan Baitullah, di dalamnya Ia disembah dan senantiasa disebut nama-Nya. Masjid merupakan menara petunjuk dan bendera Islam. Allah memuliakan serta mengagungkan orang yang mengikatkan dirinya dengan masjid. Allah berfirman dalam surat Al-Jin ayat 18 :

“Artinya : Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah” [Al-Jin : 18]

Masjid ( مَسْجِد ) –dengan kasroh pada huruf jim- dalam bahasa Arab adalah isim makan (kata keterangan tempat) dari kata ( سَجَدَ – يَسْجُدُ – سُجُودًا , artinya bersujud) yang menyelisihi timbangan aslinya yaitu ( مَسْجَد ) –dengan fathah pada huruf jim-. Maka arti kata ( مَسْجِد ) adalah tempat bersujud, dan bentuk jamaknya adalah ( مَسَاجِد ). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(( … وَجُعِلَتْ لِيَ اْلأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا))

Artinya :” … dan (seluruh permukaan) bumi ini telah dijadikan untukku sebagai tempat bersujud dan alat bersuci.” (Muttafaq ‘alaihi)

Adapun menurut istilah yang dimaksud masjid adalah suatu bangunan yang memiliki batas-batas tertentu yang didirikan untuk tujuan beribadah kepada Allah seperti shalat, dzikir, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya. Dan lebih spesifik lagi yang dimaksud masjid di sini adalah tempat didirikannya shalat berjama’ah, baik ditegakkan di dalamnya shalat jum’at maupun tidak. Allah berfirman,                                                                                 

 Artinya :” … , (tetapi) janganlah kamu campuri mereka (istri-istri kamu) itu sedang kamu ber-i’tikaf dalam mesjid …” (QS. al-Baqarah: 187)

“Artinya : Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah” [Al-Jin : 18]  

Artinya :“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (QS. al-Baqarah:114)

Artinya :“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18)

Adapun kata “memakmurkan” adalah salah satu arti dari sebuah kata dalam bahasa Arab yaitu ( عَمَرَ – يَعْمُرُ -عِمَارَةً ) yang juga memiliki banyak arti lain di antaranya: menghuni (mendiami), menetapi, menyembah, mengabdi (berbakti), membangun (mendirikan), mengisi, memperbaiki, mencukupi, menghidupkan, menghormati dan memelihara.

Dengan demikian, yang dimaksud “memakmurkan masjid” adalah membangun dan mendirikan masjid, mengisi dan menghidupkannya dengan berbagai ibadah dan ketaatan kepada Allah swt, menghormati dan memeliharanya dengan cara membersihkannya dari kotoran-kotoran dan sampah serta memberinya wewangian.

Bentuk-bentuk Memakmurkan Masjid dan Keutamaannya

Setiap muslim (khususnya kaum laki-laki) wajib memakmurkan masjid-masjid Allah dengan berbagai ibadah dan ketaatan, karena padanya ada keutamaan. Dan Allah menyifati orang-orang yang memakmurkan masjid-masjidNya sebagai orang-orang mukmin, sebagaimana dalam firman-Nya,

Artinya :“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18)

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

…..إذا رأيتم الرجل يعتاد المساجد فاشهدوا له بالإيمان، قال الله عز وجل         { إنما يعمر مساجد الله من آمن بالله واليوم الآخر . . الآية }  رواه الترمذي وقال : حديث حسن                                                                               

Artinya :“Jika kamu melihat orang rajin mendangi masjid, maka persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan beliau menghasankannya serta yang lainnya. Didhaifkan oleh Syaikh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’ no. 509). Hadits ini dha’if, tetapi maknanya benar sesuai ayat di atas.

Semua bentuk ketaatan apapun yang dilakukan di dalam masjid atau terkait dengan masjid maka hal itu termasuk bentuk memakmurkannya.

            Dalam surat At-Taubah ayat 18 tersebut terkandung beberpa kriteria para pemakmur masjid , atau dengan kata lain orang – orang yang bisa dianggap meramaikan masjid yaitu :

1. orang-orang yang beriman kepada Allah  إنما يعمر مساجد الله من أمن بالله .

 Iman kepada Allah merupakan  landasan utama bagi setiap amal perbuatan kita ,Semua amal saleh akan bernilai ibadah jika dilaksanakan atas dasar keimanan kepada Allah swt. Iman disini meliuputi kepatuhan terhadap perintah dan larangan dari Allah , ketundukan terhadap hukum dan aturan dari Allah ,ketulusan dalam mengharapkan ridlo dari Allah  dan tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.

إني وجهت وجهي للذي فطر السموات والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين

Dengan dasar inilah seseorang yang beramal akan menemukan hasil kerja kerasnya baik di dunia maupun di akhirat , begitu pula dalam hal memakmurkan masjid , jika semua kegiatan yang berkaitan dengan kemakmuran masjid jika dilaksanakan ikhlas hanya mengharap ridlo dari Allah niscaya akan terwujud kejayaan islam melalui masjid sebagai simbul persatuan dan kesatuan umat islam melalui replica pelaksanaan shalat berjamaah di dalamnya .Jadi inti dari keimanan adalah ikhlas karena Allah sebagaimana diperintahkan Allah dalam surat Al-Baiyyinah ayat 5 :

Artinya :  Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus (Q.S.Al-Baiyinah :5)

2. Beriman kepada hari akhir. واليوم الآخر  

       Beriman kepada hari akhir merupakan kriteria kedua bagi para pemakmur masjid ,karena orang – orang yang memakmurkan masjid tentunya akan berusaha dalam langkah hidupnya selalu hati-hati agar tidak berakibat fatal di akhir hidupnya , karena ia yakin ada akhirat tempat dimana semua manusia mempertanggung jawabkan semua perbuatannya . Jadi secara tidak langsung orang – orang yang rajin ke masjid tentunya akan terjaga dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Hal ini tersirat dalam akhir surat At-Taubah tersebut dengan kata .فعسى أولئك أن يكونوا من المهتدين   maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk dari Allah swt.

3. Mendirikan Shalat .

            Mendirikan shalat menjadi kriteria para pemakmur masjid . secara langsung Allah menentukan para pemakmur masjid adalah orang – orang yang mendirikan shalat , Sebagaimna tujuan utama dibangunnya masjid adalah untuk mendirikan shalat secara berjamaah di masjid tersebut , sebagaimana disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 108 : 

Artinya :Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.(Q.S.At-Taubah :108)

4. Membayar Zakat

            Sebagai ciri ke empat para pemakmur masjid adalah membayar zakat , secara tidak langsung para pemakmur masjid  memil;iki rasa kepedulian  terhadap nasib sesama , ini di simbulkan dari ibadah sholat yang ia laksanakan yang di kahiri dengan salam toleh kekanan dan salam toleh ke kiri. Inilah simbul orang yang melasanakan shalat , tidak tega melihat tetangganya kelaparan , tidak tega melihat saudaranya menderita karena bencana dan tidak tega terhadap siapapun yang sedang tertimpa musibah , maka muncullah ingin memantu, menolong dan meringankan beban saudaranya melalui pelaksanaan zakat, shodaqah, infak dan lain sebagainya. Inilah sikap dan cerminan orang-orang yang memakmurkan masjid .

5. Hanya takut kepada Allah SWT

            Inilah ciri terakhir orang yang memakmurkan masjid , yaitu hanya takut kepada Allah . takut disini memiliki arti takut memusuhi Allah , takut menjauhi Allah dan takut tidak mendapatkan ridlo dari Allah swt. Mak yang dilakukan adalah berusaha menjalani apa saja yuang diperintahkan dan menjauhi segala larangan-Nya . inilah gambaran dan ciri pra pemakmur masjid yang akhirnya menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah yang sesungguhnya .

            Maka di akhir khutbah ini saya memohon marilah masjid – masjid yang saudah kita bangun dengan sekuat tenaga , pikiran dan biaya . kita makmurkan , kira ramaikan jamah shlat lima waktu di dalamnya  dan kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi kita umat islam dan bagi lingkungan pada umumnya . semoga kita tergolong orang-orang yang bisa memakmurkan masjid akhirnya derajat taqwa dapat kita peroleh , amin yarabbal alamin .

والله سبحانه وتعالى يقول بقوله يهتدى المهتدون. وإذا قرئ القرأن         فا ستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون , أغوذ بالله من الشيطان الرجيم :

  بارك الله لي ولكم في القرأن العظيم ونفعني وإياكم بتلاوته إنه هو الرئوف االرحيم وقل رب اغفر وارحم وأنت خير الراحمين .

Please follow and like us:
error
Memakmurkan Masjid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *